INOVASI
(Tungku => Anglo => Kompor Minyak =>
Kompor Gas => Kompor Listrik)
Perubahan merupakan salah
satu tahap yang harus dilalui, karena perubahan adalah satu-satunya bukti
kehidupan yang dapat dimanfaatkan oleh banyak orang, sebagai hasil dari olah
fikir dari manusia. Dan pada dasarnya perubahan itu bukan hanya menerapkan teknologi,
metode, dan sistem-sistem baru, tetapi juga merubah cara berfikir dan
berperilaku, contohnya dalam mendapatkan alat untuk mengelolah makanan mentah
menjadi matang.
Perubahan merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Namun perubahan juga secara cepat
mempengaruhi kehidupan kita yang normal tersebut. Dengan perubahan-perubahan
yang terjadi di sekitar kita, dapat kita ketahui apakah perubahan tersebut
mempermudah kegiatan kita atau tidak. Suatu inovasi yang memberikan kemudahan
bagi kita akan lebih cepat mempengaruhi kegiatan kita menuju perubahan
tersebut. Seperti yang akan kelompok kami bahas tentang alat yang digunakan
untuk mengelola makanan mentah menjadi matang yang saat ini kita kenal dengan
“kompor”.
Saat peradaban manusia dimulai, manusia sudah banyak yang mengenal api untuk mengolah makanan mentah menjadi makanan yang matang. Pada zaman tersebut, api sudah mudah untuk didapatkan, tetapi dalam penyalurannya masih sedikit rumit. Sehingga manusia mulai memikirkan cara membuat api agar lebih mudah dikelola untuk memasak berbagai jenis makanan. Dan akhirnya manusia memperoleh suatu inovasi untuk menciptakan suatu alat yang awalnya disebut “tungku”.
Tungku api sudah ada di China sejak jaman Dinasti Qin (221-206/207 SM) dan
terbuat dari tanah liat. Bahan bakarnya kayu atau batubara yang dimasukkan dari
lubang di bagian depan. Sedangkan masyarakat di Eropa memasak menggunakan
tungku terbuka dengan pembakaran kayu. Lalu pada abad pertengahan, mulai muncul
tungku dengan desain tinggi sepinggang sehingga orang tidak harus menunduk atau
berjongkok saat memasak. Karena penematan alat tersebut tidak dapat diubah atau
dengan kata lain alat tersebut tidak dapat berpindah tempat dan masyarakat pun
merasa sedikit kesulitan saat harus menggunakan alat tersebut di lain tempat,
sehingga dibuatlah suatu alat yang lebih mempermudah cara kerja mereka yang
disebut “Anglo”.
Dengan adanya anglo ini dapat mempermudah masyarakat dalam mengatur posisi penempatan alat ini. Namun belum dapat diketahui secara tepat siapa yang pertama kali menemukan alat ini dan kapan pertama kali ditemukan. Meskipun alat ini dapat mempermudah masyarakat dalam hal penempatannya, tetapi masih ada masalah dalam penggunaan alat ini karena menghasikan banyak asap dan berbahaya, hal ini sangat mempengaruhi kesehatan, sehingga menimbulkan suatu inovasi baru dengan tujuan mengurangi asap yang dapat menyebabkan penyakit bagi pengguna alat tersebut. Alat tersebut dikenal dengan sebutan “Kompor” dengan menggunakan bahan bakar minyak tanah.
Kompor minyak tanah pertama kali
dikenalkan tahun 1849 oleh Alexis Soyer. Kompor ini menggunakan bahan bakar
minyak tanah dan menggunakan sumbu kompor. Dengan adanya alat ini dapat
mengatasi masalah-masalah yang ada pada alat-alat sebelumnya yaitu dapat
dipindahkan sesuai keinginan dan mengurangi jumlah asap yang dihasilkan.
Karena harga bahan bakar minyak tanah semakin mahal, maka di buatlah alternatif lain yaitu dengan menciptakan suatu kompor baru yang menggunakan bahan bakar berupa gas, sehingga kompor ini disebut dengan “kompor gas”.
Kompor gas
pertama kali dibuat pada tahun 1820, namun masih dalam bentuk eksperimen dan
bersifat rahasia. Baru benar-benar muncul pertama kali pada World Fair di
London tahun 1851. Mulai tahun 1880 kompor gas semakin dikenal masyarakat luas
dan berkembang secara komersial, walaupun agak terhambat karena pertumbuhan
jaringan pipa yang lamban.
Dalam tahap inovasi ini,
sebagai alternatif naiknya harga minyak tanah membuat kompor gas diproduksi
secara massal sehingga memudahkan masyarakat untuk memperolehnya dan harganya
lebih ekonomis dengan menghasilkan api yang lebih memuaskan, sehingga energi
yang dikeluarkan tidak banyak terbuang.
Sesuai dengan perkembangan zaman, tingkat kepuasan manusia semakin tinggi sehingga dibuatlah suatu inovasi yang dapat memberi kepuasan terhadap pengguna inovasi baru ini. Suatu perubahan kompor gas menjadi suatu kompor yang memanfaatkan listrik yang disebut dengan “kompor listrik”.
Pada tahun 1859, George B. Simpson di Washington DC, Amerika Serikat
mematenkan kompor listrik yang menggunkan pemanas dari kumparan. Prinsipnya,
energi listrik diubah menjadi energi panas lewat kumparan. Seiring perkembangan
jaman, di tahun 1970 muncul ide untuk menggantikan kumparan kawat dengan
glass-caramic, sehingga kompor termuktahir saat ini tidak berbau, berasap, dan
ringkas, serta hemat energi.
Disusun oleh:
Dedy Chandra
Dian Alvionita
Fitri Yani
M. Maulana
Winarsi
No comments:
Post a Comment