Tuesday, April 17, 2012

TUGAS 2 "INOVASI DAN PERUBAHAN"


INOVASI
   (Tungku => Anglo => Kompor Minyak => Kompor Gas => Kompor Listrik)

Perubahan merupakan salah satu tahap yang harus dilalui, karena perubahan adalah satu-satunya bukti kehidupan yang dapat dimanfaatkan oleh banyak orang, sebagai hasil dari olah fikir dari manusia. Dan pada dasarnya perubahan itu bukan hanya menerapkan teknologi, metode, dan sistem-sistem baru, tetapi juga merubah cara berfikir dan berperilaku, contohnya dalam mendapatkan alat untuk mengelolah makanan mentah menjadi matang.
Perubahan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Namun perubahan juga secara cepat mempengaruhi kehidupan kita yang normal tersebut. Dengan perubahan-perubahan yang terjadi di sekitar kita, dapat kita ketahui apakah perubahan tersebut mempermudah kegiatan kita atau tidak. Suatu inovasi yang memberikan kemudahan bagi kita akan lebih cepat mempengaruhi kegiatan kita menuju perubahan tersebut. Seperti yang akan kelompok kami bahas tentang alat yang digunakan untuk mengelola makanan mentah menjadi matang yang saat ini kita kenal dengan “kompor”.

Saat peradaban manusia dimulai, manusia sudah banyak yang mengenal api untuk mengolah makanan mentah menjadi makanan yang matang. Pada zaman tersebut, api sudah mudah untuk didapatkan, tetapi dalam penyalurannya masih sedikit rumit. Sehingga manusia mulai memikirkan cara membuat api agar lebih mudah dikelola untuk memasak berbagai jenis makanan. Dan akhirnya manusia memperoleh suatu inovasi untuk menciptakan suatu alat yang awalnya disebut “tungku”.


Tungku api sudah ada di China sejak jaman Dinasti Qin (221-206/207 SM) dan terbuat dari tanah liat. Bahan bakarnya kayu atau batubara yang dimasukkan dari lubang di bagian depan. Sedangkan masyarakat di Eropa memasak menggunakan tungku terbuka dengan pembakaran kayu. Lalu pada abad pertengahan, mulai muncul tungku dengan desain tinggi sepinggang sehingga orang tidak harus menunduk atau berjongkok saat memasak. Karena penematan alat tersebut tidak dapat diubah atau dengan kata lain alat tersebut tidak dapat berpindah tempat dan masyarakat pun merasa sedikit kesulitan saat harus menggunakan alat tersebut di lain tempat, sehingga dibuatlah suatu alat yang lebih mempermudah cara kerja mereka yang disebut “Anglo”.



Dengan adanya anglo ini dapat mempermudah masyarakat dalam mengatur posisi penempatan alat ini. Namun belum dapat diketahui secara tepat siapa yang pertama kali menemukan alat ini dan kapan pertama kali ditemukan. Meskipun alat ini dapat mempermudah masyarakat dalam hal penempatannya, tetapi masih ada masalah dalam penggunaan alat ini karena menghasikan banyak asap dan berbahaya, hal ini sangat mempengaruhi kesehatan, sehingga menimbulkan suatu inovasi baru dengan tujuan mengurangi asap yang dapat menyebabkan penyakit bagi pengguna alat tersebut. Alat tersebut dikenal dengan sebutan “Kompor” dengan menggunakan bahan bakar minyak tanah.


Kompor minyak tanah  pertama kali dikenalkan tahun 1849 oleh Alexis Soyer. Kompor ini menggunakan bahan bakar minyak tanah dan menggunakan sumbu kompor. Dengan adanya alat ini dapat mengatasi masalah-masalah yang ada pada alat-alat sebelumnya yaitu dapat dipindahkan sesuai keinginan dan mengurangi jumlah asap yang dihasilkan.

Karena harga bahan bakar minyak tanah semakin mahal, maka di buatlah alternatif lain yaitu dengan menciptakan suatu kompor baru yang menggunakan bahan bakar berupa gas, sehingga kompor ini disebut dengan “kompor gas”.


Kompor gas pertama kali dibuat pada tahun 1820, namun masih dalam bentuk eksperimen dan bersifat rahasia. Baru benar-benar muncul pertama kali pada World Fair di London tahun 1851. Mulai tahun 1880 kompor gas semakin dikenal masyarakat luas dan berkembang secara komersial, walaupun agak terhambat karena pertumbuhan jaringan pipa yang lamban.
Dalam tahap inovasi ini, sebagai alternatif naiknya harga minyak tanah membuat kompor gas diproduksi secara massal sehingga memudahkan masyarakat untuk memperolehnya dan harganya lebih ekonomis dengan menghasilkan api yang lebih memuaskan, sehingga energi yang dikeluarkan tidak banyak terbuang.

Sesuai dengan perkembangan zaman, tingkat kepuasan manusia semakin tinggi sehingga dibuatlah suatu inovasi yang dapat memberi kepuasan terhadap pengguna inovasi baru ini. Suatu perubahan kompor gas menjadi suatu kompor yang memanfaatkan listrik yang disebut dengan “kompor listrik”.


Pada tahun 1859, George B. Simpson di Washington DC, Amerika Serikat mematenkan kompor listrik yang menggunkan pemanas dari kumparan. Prinsipnya, energi listrik diubah menjadi energi panas lewat kumparan. Seiring perkembangan jaman, di tahun 1970 muncul ide untuk menggantikan kumparan kawat dengan glass-caramic, sehingga kompor termuktahir saat ini tidak berbau, berasap, dan ringkas, serta hemat energi.

Disusun oleh:

Dedy Chandra
Dian Alvionita
Fitri Yani
M. Maulana
Winarsi






No comments:

Post a Comment