Saturday, July 14, 2012

Rekap Jurnal Sementara


Berikut nama-nama mahasiswa kelas 2C AKK yang belum melengkapi Jurnal Mingguan QMS:
(jurnal yang belum dikomentari)


  1. Ardi Mawardin:  Quesioner
  2. Dwi Purwanto:  3, 5, 6, 9, 10, & Quesioner
  3. Lina Azellia:  5, 6, 7, & 9

NB: Nama-nama diatas diharap melengkapi jurnal-jurnal yang 
belum dikomentari sebelum hari Rabu, 11 Juli 2012
Jika ada nama yang merasa sudah lengkap namun tertera di atas,
harap mengomentari post di bawah ini.


Updated: Saturday, July 14th 2012 12:36 PM

Wednesday, July 11, 2012

Public Speaking ( Kelompok 2 )


Public Speaking ( Kelompok 2 )
Tema : IKHLAS

Isi :

Ikhlas artinya memurnikan tujuan bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah dari hal-hal yang dapat mengotorinya. Dalam arti lain, ikhlas adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan dalam segala bentuk ketaatan. Atau mengabaikan pandangan makhluk dengan cara selalu berkonsentrasi kepada Al Khaaliq. Mengapa kita harus ikhlas dalam melakukan segala hal? Karena dengan ikhlas kita mempunyai hati yang bersih terhindar dari prasangka buruk dan selalu menjalankan segal hal karena mencari ridho Allah SWT. Apabila kita selalu melakukan sesuatu dengan tidak ikhlas karena ingin mendapat pujian atau imbalan , segala yang kita lakukan itu akan sia-sia tidak ada nilainya dimata Allah SWT.
Sekian.

Komentar :

Kelompok 1 :
  • -        Kurang bisa menyampaikan pesan dengan baik
  • -       Suara kurang jelas
  • -       Terpaku pada satu titik

Kelompok 3 :
  • -       Isinya bagus.
  • -       Kurang dapat menarik perhatian penonton.
  • -       Terlalu kaku
  • -       Suka melihat keatas (berpikir)

Kelompok 4 :
  • -       Materi yang disampaikan kurang jelas
  • -       Sering melakukan gerakan yang tidak perlu

Kelompok 5 :
  • -       Suara tidak jelas.
  • -       Penonton kurang mengerti apa yang disampaikan.
  • -       Pandangan terlalu kaku hanya terpusat pada satu titik saja.

Kelompok 6 :
  • -       Kurang dapat menginformasikan pesan dengan baik
  • -       Pandangan sering keatas
  • -       Suara kurang jelas
Kelompok 2
Disampaikan oleh: Dwi Purwanto
- Dian Alvionita
- Dwi Purwanto
- Lina Azellia
- Maulidya Septikaweni
- Nur Azizah Rachman



Thursday, July 5, 2012

Jurnal Pertemuan Ke 12 | Pemecahan Masalah

Jurnal  pertemuan tgl 4/07/2012

Langkah-langkah dasar pemecahan masalah.


Ada berbagai pola pemecahan masalah yang bisa digunakan. Salah satu dari yang paling sering   digunakan    terdiri dari  serangkaian langkah, yang mencakup pengenalan masalah, mencari pilihan dan    melaksanakan    kemungkinan solusi. Adalah   bermanfaat   melihat   pemecahan   masalah   sebagai   sebuah   siklus   karena, kadang-kadang, sebuah  masalah membutuhkan beberapa usaha untuk memecahkannya, atau masalahnya berubah.

Seperti yang disampaikan diatas , proses pemecahan masalah  terdiri dari empat langkah utama:
     1.    Pencarian fakta
     2.    Pencarian ide/Pemunculan alternatif solusi 
     3.    Pencarian solusi/Evaluasi
     4.    Penerapan dan tindak lanjut solusi

Pencarian fakta

Pencarian fakta melibatkan pengumpulan semua fakta dan informasi yang terkait dengan  masalah  yang    diteliti  dan dijelaskannya sejelas  mungkin. Tahap ini merupakan komponen yang sangat penting dalam siklus pemecahan masalah yang memiliki serangkaian masalah sendiri serta peluang  untuk meningkatkan  kekonstruktifan proses pemecahan masalah.

Fakta adalah potongan informasi tentang dunia yang bisa secara bebas diverifikasi oleh   metode   penelitian   yang   diterima   secara   umum   sebagai   informasi   yang   bisa dipercaya dan bisa dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan.

Dalam  beberapa kasus, pertanyaan-pertanyaan  faktual   bisa   dijawab     dengan kepastian   mutlak.   Meskipun beberapa ketidakpastian   ini   bisa   dikurangi   melalui usaha pencarian fakta mutu tinggi, seringkali ada sejumlah ketidakpastian lain yang tidak   bisa   dihilangkan   oleh   analisis   sebanyak   apapun.   Jika   demikian,   keputusan harus diambil dan masalah dipecahkan berdasarkan informasi yang tidak lengkap.

Ini berarti bahwa pihak-pihak pengambil keputusan tidak akan tahu pasti apa yang akan terjadi jika mereka mengambil keputusan tertentu. Tujuan     usaha    pencarian    fakta   adalah    untuk    memasukkan       sebanyak      mungkin informasi yang bisa dipertanggung jawabkan ke dalam proses pemecahan masalah. Jika langkah ini ditinggalkan, masalah itu akan jadi semakin sulit dipecahkan.

Pencarian ide

Di    tahap     ini,  intinya   adalah     memunculkan        sebanyak      mungkin      ide.   Cara melakukannya bervariasi mulai dari menanyakan pendapat orang lain, melalui alat kreatifitas terprogram seperti teknik berpikir lateral (teknik berpikir menyimpang) dan curah gagasan.


Tiap anggota kelompok harus mengungkapkan semua idenya untuk memecahkan masalah.   Setelah   curah   gagasan,   kelompok   tersebut   bisa   menggabungkan   atau menindak   lanjuti   ide   manapun.   Kemudian,   anggota   kelompok   bisa   memilih   ide terbaik   untuk   pemecahan   masalah   untuk   diteliti   lebih   lanjut.   Sisi   baik   dan   buruk tiap ide harus di teliti.

 ...Curah gagasan berarti memunculkan sebanyak mungkin ide yang radikal dan berguna.

Curah   gagasan   adalah   perangkat   yang   terkenal   dan berguna       yang     bisa   digunakan      untuk     menciptakan solusi      yang     sangat      kreatif     untuk     memecahkan masalah.


Jangan     mengevaluasi/menilai        ide   di  tahap   ini,  berkonsentrasilah      hanya    pada memunculkan sebanyak mungkin ide. Ide yang buruk biasanya memacu munculnya ide yang bagus.

Pencarian solusi/Evaluasi

Pencarian solusi memiliki dua bagian; Memutuskan sebuah solusi dan Mengerjakan solusi tersebut.

Memutuskan sebuah solusi yang tampak bisa memecahkan masalah dengan cara terbaik melibatkan pemikiran atau pertimbangan tentang semua kemungkinan hasil solusi   tersebut.   
Mengerjakan   solusi   berarti   menemukan   dengan   jelas   bagaimana cara melakukan solusi tersebut.

Hasil dari solusi juga sangat penting. Jika solusi itu memecahkan masalah dan tidak menciptakan masalah baru, proses pemecahan masalah selesai. Jika solusi itu tidak memecahkan         masalah     atau    malah    menyebabkan        masalah     baru,    kita  harus memutuskan   apakah   solusi   itu   perlu   diubah  atau   tidak.   Jika   solusi   yang   dipakai tidak berhasil, kita harus mencari tahu kenapa, dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut :
          1. Apakah masalahnya didefinisikan dengan tepat?
          2. Adakah ide yang lebih baik yang terlewatkan?
          3. Apakah   solusi   itu   menyebabkan   sejumlah   hasil   yang   tidak   diduga   atau diinginkan?
          4. Apakah solusi itu dijalankan dengan benar?

Jika solusi tidak berhasil, pemecah masalah harus mengulangi proses itu dari awal lagi. Memang tampak melelahkan karena ada banyak masalah. Namun, orang yang memiliki kemampuan memecahkan masalah yang baik akan memandang masalah dengan percaya diri. Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah memerlukan latihan.

Kadang   kadang   bahkan   keputusan   yang   baik   untuk   memecahkan   masalah   tidak berjalan. Inilah sebabnya evaluasi merupakan langkah penting dalam memecahkan masalah.
Di tahap ini, kita harus menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
            a.   Apakah keputusan itu memecahkan masalah? Jika tidak, kenapa?
            b.  Apakah keputusan itu menimbulkan masalah baru?  Jika ya, apa saja?
            c.   Langkah apa saja yang harus diambil sekarang untuk memecahkan masalah yang baru ini?

Sangat     penting    untuk   merencanakan       tindakan    yang    akan   diambil.   Orang    bisa menghindari menciptakan masalah dengan merencanakan tindakan mereka untuk memecahkan masalah dengan hati-hati.

Penerapan dan tindak lanjut solusi

Setelah   kita   memilih   kemungkinan   solusi,   kita   sudah   siap   untuk   menerapkannya kedalam tindakan. Kita akan memerlukan energi dan motivasi untuk melakukan ini karena penerapan solusi membutuhkan waktu dan usaha yang tidak sedikit. (Jika solusi   tersebut   mudah   ditemukan   dan   dilakukan,   pasti   sudah   kita   lakukan   tanpa berlama-lama   membahasnya.)   Kita   bisa  mempersiapkan   diri   untuk   menerapkan solusi   dengan     merencanakan       kapan    dan   bagaimana      kita  akan   melakukannya, apakah kita membicarakannya dengan orang lain atau tidak, dan hadiah apa yang kita berikan pada diri sendiri setelah melakukannya.

Bagian proses ini adalah saat kita menuliskan apa yang akan dilakukan selanjutnya. Sekarang   setelah   kita   memiliki   solusi   (atau   beberapa   solusi)   yang   potensial   kita harus   memutuskan   bagaimana   kita   akan  mewujudkan   solusi   tersebut.   Ini   akan melibatkan orang-orang yang melakukan berbagai hal dalam berbagai waktu dan kesempatan  di   masa   depan  dan   kemudian  mengkonfirmasi  bahwa   mereka   sudah melakukannya sesuai rencana.


Zulfikar





Wednesday, July 4, 2012

Public Speaking (Kelompok 4)


STAND UP COMEDY
(CITA-CITA)
ISI :

Waktu masih kecil aku punya impian ingin jadi ustad,akhirnya disuatu hari pergi sholat berjamaah di masjid. saat itu pula yang imam adalah ustad yang gila, akhirnya gak jadi niat untuk jd ustad. selanjutnya disuatu hari pula masih kecil jamannya org pakai pakaian super hero, semua teman laki-laki memakai pakaian super hero, tp mama memakaikan ku pakaian kupu-kupu *gubrak*. disaat duduk dibangku SD guru bertanya kepadaku cita-cita ku,akhirnya aku bilang aku tidak punya cita-cita, karena mama memaksa ku untuk jadi kupu-kupu..

KOMENTAR

Kelompok 1
- menarik, bisa menghibur
- kurang kontak dengan yang lain
- ekspresinya dapat

Kelompok 2
- isinya lucu
- kontaknya kurang
- cukup baik penyampaiannya
- sikapnya cukup

Kelompok 3
- materinya bagus
- agak kurang menyatu ceritanya
- ekspresiny bagus,kelesuruhan bagus

Kelompok 5
- temanya kurang jelas
- kontaknya kurang
- suara keras dan aktif

Kelompok 6
- isinya jelas dan menarik
- suara jelas dan kontak keseluruh
- kecepatan bicara sedang dan sikap bagus



Disampaikan oleh  : M. Maulana
Nama Kelompok :
1. Irning Oktari
2. Lily Handayani
3. M.Julham Habibi
4. M.Maulana
5. Yance Hotnida 


Thursday, June 28, 2012

Jurnal Pertemuan Ke 11 | Fungsi Peran Dalam Tim

jurnal Pertemuan 27/06/2012

Fungsi Peran dalam Tim


Peran tim membantu kita melihat rentang isu-isu penting yang dihadapi oleh tim yang efektif.   Kita   semua   cenderung   kuat   sebagai   individu   di   beberapa   peran   dan   kurang mampu di beberapa peran lain. Tidak ada peran tim yang lebih baik atau lebih penting dari peran lain. Masalahnya adalah apakah tim mendapatkan input dari sejumlah besar peran     yang    ada,   dan   apakah     profil  umum     tim   sesuai   dengan     kebutuhan     untuk mengerjakan tugas tersebut, atau tidak. 

Tim terbaik tersusun dari orang-orang yang memiliki berbagai peran dalam tim. Peran tim   adalah   salah   satu   aspek   keberagaman  tim   yang   melengkapi   keberagaman   lain seperti gender, budaya dan bahasa. Ada penelitian penting yang mengkonfirmasi bahwa tim    heterogen      atau    beragam     yang     diatur   dengan     baik    dan    menerima      serta memanfaatkan keberagaman jauh lebih baik dari tim yang homogen.  

Peran tim sebagiamana definisi Dr Meredith Belbin adalah:
 “Kecenderungan   untuk   bersikap,   berkontribusi,   dan   saling   terkait   dengan   orang   lain
dengan cara tertentu.”

Nilai teori peran tim ada dalam kemampuannya untuk memungkinkan seorang individu atau sebuah tim mengambil keuntungan dari pengetahuan diri dan menyesuaikan diri dengan tuntutan yang dibuat oleh situasi eksternal.

Jumlah ideal untuk tim manajemen bervariasi sesuai situasi yang membutuhkannya. Meskipun, jika  kita   menyimpulkan dari  klasifikasi   peran    tim   Belbin, kita  akan mendapatkan tujuh tim.  Ketujuh peran tersebut adalah:

• Plant

Fungsi   utama   adalah   untuk   menghasilkan  proposal   baru   dan   memecahkan   masalah yang  kompleks. sering   dibutuhkan   di   tahap   awal   sebuah   proyek   atau   saat   proyek tersebut  mandeg.    Biasanya     menegaskan      bahwa      dirinya    adalah    pendiri    sebuah perusahaan  atau  sebagai    pemilik   ide  awal  sebuah     produk.    Terlalu   banyak    di  satu perusahaan   bisa   tidak   produktif,   karena  mereka   cenderung   menghabiskan   waktunya untuk memaksakan ide mereka sendiri dan melibatkan yang lainnya dalam perselisihan.

• Coordinator

Ditempatkan   dengan   tepat   jika   diminta   bertanggung   jawab   di   dalam   tim   yang   terdiri
dari orang-orang dengan keberagaman kemampuan dan karakteristik personal. Kinerja mereka 
lebih baik dalam menangani rekan kerja yang berkedudukan sama atau hampir sama   dibanding   
saat   menangani   bawahan.   Moto   mereka   biasanya ‘konsultasi   dengan kendali’dan  mereka  
biasanya  meyakini penanganan  masalah  dengan  tenang. Dalam situasi   yang   sama, cenderung   berselisih  dengan   penggagas   karena   gaya   manajemen mereka yang bertolak belakang.

• Monitor evaluator

Paling   cocok   ditempatkan   untuk   menganalisa   masalah   dan   mengevaluasi   ide-ide   dan saran-saran.   Mereka   sangat   ahli   dalam      mempertimbangkan   pro   dan   kontra   sebuah pilihan. Bagi banyak orang luar, mungkin tampak sebagai orang yang kering/tidak bisa diajak   bercanda,   membosankan   atau   bahkan   terlalu   kritis.   Sejumlah   orang   mungkin heran bagaimana dia bisa menjadi manajer. Namun, banyak Pengevaluasi Pengawasan yang    menempati      posisi   strategis   dan   berada    di  jajaran   tinggi  perusahaan. Dalam sejumlah pekerjaan, keberhasilan dan kegagalan kadang ditentukan oleh satu pilihan. Ini adalah teritori ideal bagi Pengevaluasi Pengawasan; bagi orang yang tidak pernah salah yang selalu menang pada akhirnya. 

• Implementer 

Berguna bagi sebuah organisasi karena kebertanggung jawaban dan kapasitas mereka untuk penerapan.       Mereka berhasil karena efisien dan memiliki pemikiran tentang apa yang bisa dicapai dan apa yang relevan. Dikatakan bahwa banyak eksekutif yang hanya melakukan apa yang ingin dia lakukan dan menolak tugas yang tidak menyenangkan mereka. Pelaksana yang baik sering melaju ke posisi manajemen tingkat tinggi dengan bantuan dari kemampuan organisasi dan kompetensi dalam melaksanakan tugas yang diperlukan. 

• Completer finisher

Biasanya tidak bisa dikalahkan jika tugas yang ada membutuhkan konsentrasi tertutup dan   tingkat  akurasi   tinggi.  Mereka   menimbulkan   perasaan   mendesak   dalam   tim   dan sangat   bagus   dalam   hal  menepati   jadwal.  Dalam   manajemen,   mereka   meyelesaikan sesuatu dengan standar tinggi yang membuat mereka dikagumi, dan dengan perhatian mereka pada ketepatan presisi, perhatian pada detail dan dengan teratur.

• Resource investigator

Pencari      Sumberdaya       pintar    mengeksplorasi       dan    melaporkan      kembali     ide-ide,
perkembangan, atau sumber daya di luar kelompok. Mereka adalah orang yang secara alami   diciptakan   untuk   membangun   kontak  eksternal   dan   untuk   melakukan   negosiasi apapun. Mereka   memiliki   kemampuan   untuk   berpikir   sambil   berjalan   dan   menggali informasi dari orang lain.

• Shaper

Para     Pembentuk      umumnya        bisa   dijadikan    manajer     yang    baik    karena    mereka menghasilkan   tindakan   dibawah  tekanan.   Mereka  bisa   memunculkan  semangat   dalam tim dan sangat berguna bagi kelompok dimana komplikasi politis memperlambat segala sesuatu;   para   Pembentuk   bisa   dikatakan   besar   dari   masalah-masalah   seperti   ini   dan akan maju terus tanpa pikir panjang.           Mereka sangat cocok untuk membuat perubahan yang    penting    dan   tidak   segan   mengambil      keputusan     yang    tidak  disukai.    Seperti namanya,       mereka    mencoba      memberi     sebuah   bentuk     atau   pola   pada   diskusi   atau kegiatan   kelompok.       Mereka   mungkin   adalah   anggota   tim   yang   paling   efektif   dalam memastikan adanya kegiatan positif.
  

• Team worker

Peran Pekerja Tim adalah untuk mencegah masalah interpersonal muncul di dalam tim, sehingga      memungkinkan   semua    anggota     tim   untuk    berkontribusi    dengan     efektif. Karena      tidak   menyukai      pergesekan,      mereka     akan    melakukan      apa    saja   untuk menghindarinya.        Sangat   umum   Pekerja   Tim   menjadi   manajer   senior,   terutama   jika garis manajemennya di dominasi oleh Pembentuk.  Ini akan menciptakan iklim dimana kecerdikan  dan  kemamuan   diplomasi    Pekerja   Tim   menjadi    aset   nyata,   khususnya dibawah   rezim   manajerial   yang   menyebabkan   konflik   mudah   mencuat   atau   ditekan diam-diam. Para   Pekerja   Tim   yang   menjadi   Manajer   dianggap   tidak   berbahaya   bagi seorang pun dan dengan demikian paling diterima dan disukai orang. Para Pekerja Tim memiliki efek lubrikasi (pelumas) pada tim. Moral tim menjadi lebih baik dan orang- orang tampaknya bekerja sama dengan lebih baik saat ada mereka. 

• Specialist

Para Spesialis memiliki bagian yang tidak bisa dihilangkan di dalam tim, karena mereka menyediakan kemampuan yang sulit di dapat yang menjadi dasar produksi barang atau jasa   perusahaan     tersebut.  Sebagai    manajer,   mereka    mendapatkan      dukungan    baik sukarela maupun terpaksa karena mereka mengetahui bidang mereka jauh lebih baik dibanding     siapapun     dan   biasanya     dipanggil   untuk    membuat      keputusan     yang berdasarkan pengalaman matang. 

Sebenarnya,   jika   kita   bisa   mengaturnya,  kita   bisa   membuat   tim   dengan   orang   yang lebih sedikit, karena satu orang bisa memegang dua peran (atau bahkan tiga peran). Meskipun tujuan utama adalah bahwa semua fungsi harus diisi oleh seseorang. Sebagai catatan bahwa fungsi tidak termasuk dalam ‘leader’. Tim perlu seorang  leader, tetapi tidak   berarti   (karena   dalam   praktek   sering  terjadi)   membatalkan   semua   tujuh   fungsi kepada   satu   orang.   Itu   merupakan   peniadaan  tim   kerja   yang   benar.   Sebagian   besar peran   kepemimpinan   adalah   meyakinkan   bahwa   semua   fungsi   yang   diperlukan   akan dilatih   secara   baik,   dan   mengajak   mereka   bersama-sama,   maka   tim   akan   berfungsi dengan benar karena satu unit.

Zulfikar



Thursday, June 21, 2012

Tugas 3

APA PERAN ANDA DALAM TIM ?


 Berikut Jenis-jenis Peran didalam tim :

1. Plant /Perencana
Karakter :Penggagas dan pendiri kelompok biasanya sangat kreatif. Orang-orang ini menyediakan bibit dan pemikiran yang akan memunculkan perkembangan besar. Biasanya mereka lebih    suka    beroperasi    sendirian    di  tempat     yang    jauh   dari   anggota    lain   dalam kelompoknya, menggunakan imajinasi mereka dan sering kali bekerja dengan cara yang ortodoks. Mereka   cenderung   tertutup   dan bereaksi   keras   terhadap   kritik   dan   pujian. 
Ide-ide   mereka   sering   bersifat   radikal   dan   kurang   memiliki   batasan   praktis. Mereka tidak    tergantung      pada    orang    lain,  pintar    dan   orisinil,  mungkin      lemah     dalam berkomunikasi dengan orang lain yang tidak sepemikiran. 

2.Coordinator / Koordinator
Karakter : Ciri   seorang     Koordinator    yang    mudah     dilihat   adalah    kemampuan       mereka     untuk menyuruh   orang-orang   bekerja  mencapai   tujuan   bersama. Dewasa,   dipercaya   dan percaya diri, mereka bisa melakukan ini dengan siap. Dalam hubungan antar personal mereka      cepat   tanggap     dengan    bakat    individu   dan   cepat   menggunakannya untuk mencapai   tujuan   kelompok.        Meskipun   Koordinator   tidak   selalu   yang   terpintar   dalam tim, mereka memiliki pandangan yang luas dan mendunia dan umumnya dihormati.

3.Monitor evaluator / Pengawas
Karakter : Pengawasan   dan   pengevaluasi   berpikiran   serius,   berhati-hati   dan   memiliki   imunitas
dalam   dirinya   untuk tidak   bersikap   terlalu antusias.  Mereka  lambat  dalam mengambil keputusan,   karena   lebih   suka   memikirkan   dan   mempertimbangkan   sesuatu   lebih   dari sekali. Biasanya memiliki kemampuan berpikir kritis yang tinggi serta memiliki kapasitas yang   bagus   untuk   memberi   penilaian   yang   membutuhkan   pertimbangan   atas   semua faktor.  Seorang pengevaluasi pengawasan yang baik jarang salah. 

4.Implementer / Pelaksana
Karakter: Pelaksana      memiliki   pemikiran    praktis   dan   sejumlah    besar    kontrol   diri  dan  disiplin.
Mereka   menyukai   kerja   keras   dan   menangani  masalah   dengan   cara   yang   sistematis. Dilihat   dari   pandangan   orang   banyak,   Pelaksana   adalah   jenis   orang   yang      setia   dan minatnya   ada   di   perusahaan   dan   tidak   peduli   dengan   kepentingan   pribadi. Namun, Pelaksana mungkin kurang spontan dan menunjukkan tanda kekerasan diri.
5.Completer finisher/ Penyelesai
Karakter :Penyelesai   pelengkap   memiliki   kapasitas  besar   untuk   mengikuti   dan   memperhatikan detail.   Mereka   tidak   mungkin   memulai   sesuatu   yang   tidak   bisa   mereka   selesaikan. Mereka   termotivasi   oleh   kecemasan   internal,   namun   dari   luar   mereka   tetap   tampak tidak   terganggu.   Biasanya,   mereka   bersifat  introvert   dan   membutuhkan   sedikit   sekali pendorong   eksternal   atau   insentif.     Penyelesai   Pelengkap   bisa   bersikap   tidak   toleran pada      orang-orang      yang    berpembawaan         kasual.    Mereka     jarang    tertarik   pada pendelegasian tugas dan lebih senang menyelesaikan segalanya sendiri.
6. Resource investigator 
Karakter :Pencari   Sumberdaya   seringkali   bersifat   ekstrovert   antusias   dan   bisa   cepat   melewati batas.   Mereka pintar dalam berkomunikasi dengan orang-orang baik di dalam maupun di   luar   perusahaan.     Mereka   adalah   negosiator   alami   dan   andal   dalam   menelusuri peluang   baru   dan   membangun   kontak.   Meskipun   bukan   sumber   utama   ide   orisinal, Pencari Sumberdaya bekerja dengan efektif saat harus mengambil  ide orang lain dan mengembangkannya.           Seperti   yang   digambarkan   oleh   namanya,   mereka   ahli   dalam menemukan siapa yang bisa bekerja dan apa yang bisa dikerjakannya. Mereka biasanya menerima sambutan hangat dari orang-orang karena mereka sendiri hangat dan mudah bergaul.    Pencari Sumberdaya memiliki kepribadian yang santai dengan rasa ingin tahu
dan kesiapan yang besar untuk melihat peluang dari segala sesuatu yang baru.  Namun, jika   mereka   tidak   terus   menerus   didorong  oleh   orang   lain,   antusiasme   mereka   cepat menghilang.

7.Shaper / Pembentuk
Karakter: Para Pembentuk adalah orang-orang yang sangat termotivasi dan memiliki energi besar dan memerlukan pencapaian.  Biasanya mereka bersifar ekstrovert agresif dan memiliki dorongan kuat.      Para Pembentuk senang menantang orang lain dan keinginan mereka adalah memenangkan tantangan tersebut.      Keras kepala dan tegas, mereka cenderung menunjukkan respon emosional    yang    kuat   pada    segala   bentuk    kekecewaan  atau frustasi.   Para Pembentuk sangat pemaksa dan senang berdebat dan mungkin kurang memiliki sensitifitas antar personal.  Peran mereka adalah peran yang paling kompetitif. 
8. Team worker / Pekerja
Karakter: Para Pekerja Tim adalah anggota tim yang paling mendukung. Mereka bersifat lembut, mudah bersosialisasi dan perhatian pada orang lain. Mereka memiliki kapasitas besar untuk   fleksibilitas   dan   beradaptasi   pada   berbagai   situasi   dan   berbagai   orang. Para Pekerja Tim cerdik dan diplomatis.         Mereka adalah pendengar yang baik dan umumnya populer di kalangan anggota kelompok. Mereka bekerja dengan sensitifitas, tapi tetap tegar dalam situasi sulit.  

9. Specialist 
Karakter :Spesialis   adalah   orang-orang   berdedikasi  yang   bangga   akan   kemampuan   teknis   dan pengetahuan   khususnya.  Prioritas   mereka   terpusat   pada   mempertahankan   standar profesional   dan   memperluas   dan   mempertahankan   bidang   mereka   sendiri. Meskipun mereka   menunjukkan   kebanggaan   besar   akan  bidang   keahlian   mereka,   mereka   tidak terlalu   tertarik   pada   orang   lain. Pada   akhirnya,   Spesialis   menjadi   ahli   dengan   terus berkomitmen   di   garis   depan.      

Identifikasi peran anda dan teman dalam tim anda berdasarkan karakteristik diatas !!!!