jurnal Pertemuan 27/06/2012
Fungsi Peran dalam Tim
Peran tim membantu kita melihat rentang isu-isu penting yang dihadapi
oleh tim yang efektif. Kita semua cenderung kuat sebagai
individu di beberapa peran dan kurang mampu di beberapa peran
lain. Tidak ada peran tim yang lebih baik atau lebih penting dari peran
lain. Masalahnya adalah apakah tim mendapatkan input dari sejumlah besar
peran yang ada, dan apakah profil umum tim
sesuai dengan kebutuhan untuk mengerjakan tugas tersebut, atau
tidak.
Tim
terbaik tersusun dari orang-orang yang memiliki berbagai peran dalam
tim. Peran tim adalah salah satu aspek keberagaman tim
yang melengkapi keberagaman lain seperti gender, budaya dan
bahasa. Ada penelitian penting yang mengkonfirmasi bahwa tim
heterogen atau beragam yang diatur dengan baik
dan menerima serta memanfaatkan keberagaman jauh lebih baik dari
tim yang homogen.
Peran tim sebagiamana definisi Dr Meredith Belbin adalah:
“Kecenderungan untuk bersikap, berkontribusi, dan saling terkait dengan orang lain
dengan cara tertentu.”
Nilai teori peran tim ada dalam kemampuannya untuk memungkinkan
seorang individu atau sebuah tim mengambil keuntungan dari pengetahuan
diri dan menyesuaikan diri dengan tuntutan yang dibuat oleh situasi
eksternal.
Jumlah ideal untuk tim manajemen bervariasi sesuai situasi yang
membutuhkannya. Meskipun, jika kita menyimpulkan dari klasifikasi
peran tim Belbin, kita akan mendapatkan tujuh tim. Ketujuh peran
tersebut adalah:
• Plant
Fungsi utama adalah untuk menghasilkan proposal baru
dan memecahkan masalah yang kompleks. sering dibutuhkan di
tahap awal sebuah proyek atau saat proyek tersebut
mandeg. Biasanya menegaskan bahwa dirinya adalah
pendiri sebuah perusahaan atau sebagai pemilik ide awal
sebuah produk. Terlalu banyak di satu perusahaan bisa
tidak produktif, karena mereka cenderung menghabiskan
waktunya untuk memaksakan ide mereka sendiri dan melibatkan yang lainnya
dalam perselisihan.
• Coordinator
Ditempatkan dengan tepat jika diminta bertanggung jawab di dalam tim yang terdiri
dari orang-orang dengan keberagaman kemampuan dan karakteristik personal. Kinerja mereka
lebih baik dalam menangani rekan kerja yang berkedudukan sama atau hampir sama dibanding
saat menangani bawahan. Moto mereka biasanya ‘konsultasi dengan kendali’dan mereka
biasanya meyakini penanganan
masalah dengan tenang. Dalam situasi yang sama, cenderung
berselisih dengan penggagas karena gaya manajemen mereka yang
bertolak belakang.
• Monitor evaluator
Paling cocok ditempatkan untuk
menganalisa masalah dan mengevaluasi ide-ide dan
saran-saran. Mereka sangat ahli dalam mempertimbangkan
pro dan kontra sebuah pilihan. Bagi banyak orang luar, mungkin
tampak sebagai orang yang kering/tidak bisa diajak bercanda,
membosankan atau bahkan terlalu kritis. Sejumlah orang
mungkin heran bagaimana dia bisa menjadi manajer. Namun, banyak
Pengevaluasi Pengawasan yang menempati posisi strategis
dan berada di jajaran tinggi perusahaan. Dalam sejumlah
pekerjaan, keberhasilan dan kegagalan kadang ditentukan oleh satu
pilihan. Ini adalah teritori ideal bagi Pengevaluasi Pengawasan; bagi
orang yang tidak pernah salah yang selalu menang pada akhirnya.
• Implementer
Berguna bagi sebuah organisasi karena
kebertanggung jawaban dan kapasitas mereka untuk penerapan. Mereka
berhasil karena efisien dan memiliki pemikiran tentang apa yang bisa
dicapai dan apa yang relevan. Dikatakan bahwa banyak eksekutif yang
hanya melakukan apa yang ingin dia lakukan dan menolak tugas yang tidak
menyenangkan mereka. Pelaksana yang baik sering melaju ke posisi
manajemen tingkat tinggi dengan bantuan dari kemampuan organisasi dan
kompetensi dalam melaksanakan tugas yang diperlukan.
• Completer finisher
Biasanya tidak bisa dikalahkan jika
tugas yang ada membutuhkan konsentrasi tertutup dan tingkat akurasi
tinggi. Mereka menimbulkan perasaan mendesak dalam tim dan
sangat bagus dalam hal menepati jadwal. Dalam manajemen,
mereka meyelesaikan sesuatu dengan standar tinggi yang membuat mereka
dikagumi, dan dengan perhatian mereka pada ketepatan presisi, perhatian
pada detail dan dengan teratur.
• Resource investigator
Pencari Sumberdaya pintar mengeksplorasi dan melaporkan kembali ide-ide,
perkembangan, atau sumber daya di luar
kelompok. Mereka adalah orang yang secara alami diciptakan untuk
membangun kontak eksternal dan untuk melakukan negosiasi
apapun. Mereka memiliki kemampuan untuk berpikir sambil
berjalan dan menggali informasi dari orang lain.
• Shaper
Para Pembentuk umumnya
bisa dijadikan manajer yang baik karena mereka
menghasilkan tindakan dibawah tekanan. Mereka bisa
memunculkan semangat dalam tim dan sangat berguna bagi kelompok
dimana komplikasi politis memperlambat segala sesuatu; para
Pembentuk bisa dikatakan besar dari masalah-masalah
seperti ini dan akan maju terus tanpa pikir panjang.
Mereka sangat cocok untuk membuat perubahan yang penting dan
tidak segan mengambil keputusan yang tidak disukai.
Seperti namanya, mereka mencoba memberi sebuah
bentuk atau pola pada diskusi atau kegiatan
kelompok. Mereka mungkin adalah anggota tim yang
paling efektif dalam memastikan adanya kegiatan positif.
• Team worker
Peran Pekerja Tim adalah untuk
mencegah masalah interpersonal muncul di dalam tim, sehingga
memungkinkan semua anggota tim untuk berkontribusi
dengan efektif. Karena tidak menyukai pergesekan,
mereka akan melakukan apa saja untuk
menghindarinya. Sangat umum Pekerja Tim menjadi
manajer senior, terutama jika garis manajemennya di dominasi oleh
Pembentuk. Ini akan menciptakan iklim dimana kecerdikan dan
kemamuan diplomasi Pekerja Tim menjadi aset nyata,
khususnya dibawah rezim manajerial yang menyebabkan konflik
mudah mencuat atau ditekan diam-diam. Para Pekerja Tim
yang menjadi Manajer dianggap tidak berbahaya bagi seorang
pun dan dengan demikian paling diterima dan disukai orang. Para Pekerja
Tim memiliki efek lubrikasi (pelumas) pada tim. Moral tim menjadi lebih
baik dan orang- orang tampaknya bekerja sama dengan lebih baik saat ada
mereka.
• Specialist
Para Spesialis memiliki bagian yang
tidak bisa dihilangkan di dalam tim, karena mereka menyediakan kemampuan
yang sulit di dapat yang menjadi dasar produksi barang atau jasa
perusahaan tersebut. Sebagai manajer, mereka
mendapatkan dukungan baik sukarela maupun terpaksa karena mereka
mengetahui bidang mereka jauh lebih baik dibanding siapapun
dan biasanya dipanggil untuk membuat keputusan yang
berdasarkan pengalaman matang.
Sebenarnya, jika kita bisa
mengaturnya, kita bisa membuat tim dengan orang yang lebih
sedikit, karena satu orang bisa memegang dua peran (atau bahkan tiga
peran). Meskipun tujuan utama adalah bahwa semua fungsi harus diisi oleh
seseorang. Sebagai catatan bahwa fungsi tidak termasuk dalam ‘leader’.
Tim perlu seorang leader, tetapi tidak berarti (karena dalam
praktek sering terjadi) membatalkan semua tujuh fungsi
kepada satu orang. Itu merupakan peniadaan tim kerja
yang benar. Sebagian besar peran kepemimpinan adalah
meyakinkan bahwa semua fungsi yang diperlukan akan dilatih
secara baik, dan mengajak mereka bersama-sama, maka tim
akan berfungsi dengan benar karena satu unit.
Zulfikar