Jurnal pertemuan tgl 4/07/2012
Langkah-langkah dasar pemecahan masalah.
Ada berbagai pola pemecahan masalah yang
bisa digunakan. Salah satu dari yang paling sering digunakan
terdiri dari serangkaian langkah, yang mencakup pengenalan masalah,
mencari pilihan dan melaksanakan kemungkinan solusi. Adalah
bermanfaat melihat pemecahan masalah sebagai sebuah siklus
karena, kadang-kadang, sebuah masalah membutuhkan beberapa usaha untuk
memecahkannya, atau masalahnya berubah.
Seperti yang disampaikan diatas , proses pemecahan masalah terdiri dari empat langkah utama:
1. Pencarian fakta
2. Pencarian ide/Pemunculan alternatif solusi
3. Pencarian solusi/Evaluasi
4. Penerapan dan tindak lanjut solusi
Pencarian fakta
Pencarian fakta melibatkan pengumpulan
semua fakta dan informasi yang terkait dengan masalah yang
diteliti dan dijelaskannya sejelas mungkin. Tahap ini merupakan
komponen yang sangat penting dalam siklus pemecahan masalah yang
memiliki serangkaian masalah sendiri serta peluang untuk meningkatkan
kekonstruktifan proses pemecahan masalah.
Fakta adalah potongan informasi
tentang dunia yang bisa secara bebas diverifikasi oleh metode
penelitian yang diterima secara umum sebagai informasi
yang bisa dipercaya dan bisa dijadikan dasar untuk pengambilan
keputusan.
Dalam beberapa kasus,
pertanyaan-pertanyaan faktual bisa dijawab dengan kepastian
mutlak. Meskipun beberapa ketidakpastian ini bisa dikurangi
melalui usaha pencarian fakta mutu tinggi, seringkali ada sejumlah
ketidakpastian lain yang tidak bisa dihilangkan oleh analisis
sebanyak apapun. Jika demikian, keputusan harus diambil dan masalah dipecahkan berdasarkan informasi yang tidak lengkap.
Ini berarti bahwa pihak-pihak
pengambil keputusan tidak akan tahu pasti apa yang akan terjadi jika
mereka mengambil keputusan tertentu. Tujuan usaha pencarian
fakta adalah untuk memasukkan sebanyak mungkin
informasi yang bisa dipertanggung jawabkan ke dalam proses pemecahan
masalah. Jika langkah ini ditinggalkan, masalah itu akan jadi semakin sulit dipecahkan.
Pencarian ide
Di tahap ini, intinya
adalah memunculkan sebanyak mungkin ide. Cara
melakukannya bervariasi mulai dari menanyakan pendapat orang lain,
melalui alat kreatifitas terprogram seperti teknik berpikir lateral
(teknik berpikir menyimpang) dan curah gagasan.
Tiap anggota kelompok harus
mengungkapkan semua idenya untuk memecahkan masalah. Setelah curah
gagasan, kelompok tersebut bisa menggabungkan atau menindak
lanjuti ide manapun. Kemudian, anggota kelompok bisa
memilih ide terbaik untuk pemecahan masalah untuk diteliti
lebih lanjut. Sisi baik dan buruk tiap ide harus di teliti.
...Curah gagasan berarti memunculkan sebanyak mungkin ide yang radikal dan berguna.
Curah gagasan adalah perangkat
yang terkenal dan berguna yang bisa digunakan
untuk menciptakan solusi yang sangat kreatif
untuk memecahkan masalah.
Jangan mengevaluasi/menilai
ide di tahap ini, berkonsentrasilah hanya pada
memunculkan sebanyak mungkin ide. Ide yang buruk biasanya memacu
munculnya ide yang bagus.
Pencarian solusi/Evaluasi
Pencarian solusi memiliki dua bagian; Memutuskan sebuah solusi dan Mengerjakan solusi tersebut.
Memutuskan sebuah solusi yang tampak bisa memecahkan masalah dengan cara
terbaik melibatkan pemikiran atau pertimbangan tentang semua
kemungkinan hasil solusi tersebut.
Mengerjakan solusi berarti menemukan dengan jelas bagaimana cara melakukan solusi tersebut.
Hasil dari solusi juga sangat
penting. Jika solusi itu memecahkan masalah dan tidak menciptakan
masalah baru, proses pemecahan masalah selesai. Jika solusi itu tidak
memecahkan masalah atau malah menyebabkan
masalah baru, kita harus memutuskan apakah solusi itu
perlu diubah atau tidak. Jika solusi yang dipakai tidak
berhasil, kita harus mencari tahu kenapa, dengan mengajukan
pertanyaan-pertanyaan berikut :
1. Apakah masalahnya didefinisikan dengan tepat?
2. Adakah ide yang lebih baik yang terlewatkan?
3. Apakah solusi itu menyebabkan sejumlah hasil yang tidak diduga atau diinginkan?
4. Apakah solusi itu dijalankan dengan benar?
Jika solusi tidak berhasil, pemecah
masalah harus mengulangi proses itu dari awal lagi. Memang tampak
melelahkan karena ada banyak masalah. Namun, orang yang memiliki
kemampuan memecahkan masalah yang baik akan memandang masalah dengan
percaya diri. Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah memerlukan
latihan.
Kadang kadang bahkan keputusan yang baik untuk
memecahkan masalah tidak berjalan. Inilah sebabnya evaluasi
merupakan langkah penting dalam memecahkan masalah.
Di tahap ini, kita harus menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
a. Apakah keputusan itu memecahkan masalah? Jika tidak, kenapa?
b. Apakah keputusan itu menimbulkan masalah baru? Jika ya, apa saja?
c. Langkah apa saja yang harus diambil sekarang untuk memecahkan masalah yang baru ini?
Sangat penting untuk merencanakan tindakan yang
akan diambil. Orang bisa menghindari menciptakan masalah dengan
merencanakan tindakan mereka untuk memecahkan masalah dengan hati-hati.
Penerapan dan tindak lanjut solusi
Setelah kita memilih kemungkinan solusi, kita sudah siap
untuk menerapkannya kedalam tindakan. Kita akan memerlukan energi dan
motivasi untuk melakukan ini karena penerapan solusi membutuhkan waktu
dan usaha yang tidak sedikit. (Jika solusi tersebut mudah
ditemukan dan dilakukan, pasti sudah kita lakukan tanpa
berlama-lama membahasnya.) Kita bisa mempersiapkan diri
untuk menerapkan solusi dengan merencanakan kapan dan
bagaimana kita akan melakukannya, apakah kita membicarakannya
dengan orang lain atau tidak, dan hadiah apa yang kita berikan pada diri
sendiri setelah melakukannya.
Bagian proses ini adalah saat kita
menuliskan apa yang akan dilakukan selanjutnya. Sekarang setelah
kita memiliki solusi (atau beberapa solusi) yang
potensial kita harus memutuskan bagaimana kita akan
mewujudkan solusi tersebut. Ini akan melibatkan orang-orang yang
melakukan berbagai hal dalam berbagai waktu dan kesempatan di masa
depan dan kemudian mengkonfirmasi bahwa mereka sudah
melakukannya sesuai rencana.
Zulfikar